
Grounding listrik atau dengan istilah lain arde merupakan sistem keamanan paling penting dalam instalasi listrik yang sering diabaikan banyak orang. Padahal pengardean kelistrikan dirumah merupakan fitur keselamatan penting yang membantu melindungi manusia dan properti dari sengatan listrik, konsleting atau bahaya kebakaran akibat kebocoran arus.
Grounding pada instalasi listrik merupakan jalur pengaman yang memastikan bahwa arus listrik yang tidak normal mengalir melalui saluran yang tepat menuju kebumi. Misalnya, jika terjadi suatu gangguan kebocoran arus atau lonjakan arus berlebih akibat kerusakan pada peralatan, sistem pentanahan akan membantu mengalihkan arus tersebut menuju pembumian (grounding) sehingga sistem kelistrikan tetap stabil dan terhindar dari gangguan.
Banyak orang tidak menyadari pentingnya sistem pengardean pada instalasi kelistrikan ini sampai mereka mengalami sendiri masalah dengan listrik, seperti tersengat listrik (kesetrum) atau terjadi kebakaran. Inilah mengapa sangat penting untuk meminta seorang tenaga profesional yang berpengalaman untuk melakukan pemasangan, pengecekan dan perawatan pada sistem grounding dirumah Anda. Mereka dapat memastikan bahwa sistem pengardean tersebut telah terpasang dengan benar dan berfungsi sebagaimana mestinya, yang dapat membantu mencegah adanya bahaya seperti sengatan listrik (tersetrum), kebakaran dan kerusakan pada peralatan elektronik.
PETIR
PERENCANAAN PEMASANGAN GROUNDING LISTRIK
Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh teknisi sebelum melakukan pemasangan grounding listrik untuk menentukan keberhasilan suatu instalasi pengardean. Seperti layaknya membangun rumah, fondasi yang kuat dimulai dari perencanaan yang matang. Berikut panduan lengkapnya untuk memastikan proses instalasi berjalan lancar dan aman.
- Merancang sistem pentanahan: Saat merancang sistem grounding pada listrik rumah, seorang teknisi harus mempertimbangkan pemilihan lokasi yang strategis. Pemilihan lokasi tersebut mencakup area yang lembab (tanah basah/lebih konduktir), mudah dijangkau, jauh dari pondasi bangunan rumah serta tidak dilintasi pipa gas atau sejenisnya.
- Pengujian kondisi tanah: Teknisi dapat menggunakan peralatan khusus seperti earth tester (multimeter) untuk mengukur resistansi tanah (idealnya dibawah 5 Ohm - PUIL 2011), tingkat kelembaban tanah dan pH tanah (hindari area terlalu asam)
KOMPONEN-KOMPONEN GROUNDING LISTRIK
Ada beberapa komponen yang digunakan oleh teknisi listrik untuk memastikan sistem pentanahan akan berfungsi secara optimal :
- Batang Arde atau Elektroda - merupakan batang logam yang ditanam kedalam tanah, material yang digunakan bisa berupa tembaga, baja berlapis tembaga (bonded rod), stainless steel atau galvanize dan memiliki panjang sekitar 1,5 meter sampai 3 meter.
- Terminal Grounding - terbuat dari tembaga yang berfungsi sebagai titik koneksi di panel listrik untuk mengumpulkan semua kabel ground dari berbagai sirkuit.
- Bak Kontrol - sebagai titik akses teknisi untuk melakukan pengecekan secara berkala, atau mengukur tahanan resistensi tanah.
- Konduktor Grounding - konduktor grounding bisa berupa plat tembaga atau kabel tembaga yang ditanam didalam tanah yang menghubungkan titik koneksi dari bak kontrol ke batang arde (elektroda).
- Kabel NYA - kabel konduktor dengan kombinasi warna hijau kuning (PUIL 2011) yang menghubungkan dari panel listrik ke bak kontrol.
- Klem Grounding - terbuat dari bahan konduktif dan anti karat yang berfungsi untuk mengikat kabel konductor dengan batang arde (Grounding Rod). Bonding pada batang arde dipastikan tidak longgar.
PROSEDUR PEMASANGAN GROUNDING LISTRIK RUMAH
Untuk memastikan sistem pengardean bekerja secara optimal, berikut adalah tahapan pemasangan yang perlu diperhatikan:
- Lakukan penggalian sampai kedalaman ± 50 cm jauh dari pondasi bangunan.
- Tancapkan batang grounding pada lubang galian tersebut dan pastikan tertanam secara keseluruhan.
- Lakukan penggalian tanah dari titik dimana batang elektroda tertanam menuju titik bak kontrol, jalur lintasan galian dibuat dengan kedalaman antara 40-50 cm
- Tarik kabel konduktor melalui jalur kabel tersebut dan ikat dengan klem grounding pada batang elektroda
- Setelah kabel kondutor dan batang elektroda telah terkoneksi dengan baik, lakukan pengukuran nilai resistansi tanah dengan menggunakan earth tester (nilai yang direkomendasikan dibawah 5 Ohm)
- Timbun semua galian dan lakukan pengujian ulang istalasi pengardean untuk memastikan bahwa pengardean bisa bekerja dengan baik
Secara keseluruhan, memasang sistem grounding lsitrik yang tepat bukan hanya bagian penting dari teknik kelistrikan, tetapi juga merupakan investasi keamanan tempat tinggal anda dalam jangka waktu lama. Dengan merancang, memeriksa, menguji, dan memelihara sistem grounding, para teknisi dapat membantu memastikan keamanan dan keandalan sistem kelistrikan di rumah Anda. Jika Anda membutuhkan peralatan grounding berkualitas seperti batang elektroda tembaga atau kabel konduktor berkualitas, Hubungi kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan produk-produk dengan harga terbaik.
