
STANDAR NILAI GROUNDING SESUAI REGULASI
STANDAR NILAI GROUNDING BERDASARKAN REGULASI DAN PANDUAN
- Standar IEC (International Electrotechnical Commission):
Berdasarkan IEC 62305-3:2011, nilai resistansi grounding yang direkomendasikan adalah di bawah 10 ohm, dengan penerapan equipotential bonding untuk memastikan semua bagian terhubung dengan baik.
- Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011:
PUIL 2011 menetapkan bahwa resistansi pembumian idealnya kurang dari 5 ohm. Untuk instalasi tertentu, seperti penangkal petir, resistansi pembumian diupayakan kurang dari 1 ohm.
- Standar Lainnya:
Beberapa standar internasional, seperti NFPA 780 dan IEEE Std 142, merekomendasikan nilai resistansi tanah untuk sistem grounding di bawah 5 ohm guna memastikan distribusi arus listrik yang efektif ke dalam tanah.
STANDAR GROUNDING DI INDONESIA
Menurut PUIL 2011, nilai resistansi pembumian maksimum yang direkomendasikan adalah:
- Bangunan perumahan: ≤ 5 ohm
- Bangunan komersial: ≤ 2 ohm
- Sedangkan untuk instalasi khusus (rumah sakit, pusat data): ≤ 1 ohm
BEBERAPA ASPEK YANG MEMPENGARUHI NILAI RESISTENSI GROUNDING
- Kadar air » bila air tanah dangkal/penghujan, maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan sebab sela-sela tanah mengandung cukup air bahkan berlebih, sehingga konduktivitas tanah akan semakin baik.
- Mineral/garam » kandungan mineral tanah sangat memengaruhi tahanan sebaran/ resistans karena: semakin berlogam dan bermineral tinggi, maka tanah semakin mudah menghantarkan listrik. Daerah pantai kebanyakan memenuhi ciri khas kandungan mineral dan garam tinggi, sehingga tanah sekitar pantai akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan tahanan tanah yang rendah.
- Derajat keasaman » semakin asam (PH rendah atau PH <7) tanah, maka arus listrik semakin mudah dihantarkan. Begitu pula sebaliknya, semakin basa (PH tinggi atau PH >7) tanah, maka arus listrik sulit dihantarkan. Ciri tanah dengan PH tinggi: biasanya berwarna terang, misalnya Bukit Kapur.
- Tekstur tanah » untuk daerah yang bertekstur pasir dan berpori (porous) akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena jenis tanah seperti ini: air dan mineral akan mudah hanyut dan tanah mudah kering.
CARA MENINGKATKAN KUALITAS GROUNDING SISTEM
- Menambah jumlah elektroda – Pemasangan elektroda secara paralel dapat menurunkan nilai resistansi secara signifikan.
- Memperdalam elektroda – Semakin dalam penanaman batang elektroda, semakin rendah nilai resistansi yang dicapai.
- Menggunakan Grounding Enhancement Material – GEM (bentonite) merupakan bahan khusus yang dirancang untuk menurunkan resistansi tanah.
- Membuat sistem grid grounding – Menghubungkan beberapa elektroda dalam formasi grid (yaitu elektroda membujur dan melintang dibawah tanah, yang satu sama lain dihubungkan disetiap tempat sehingga membentuk jala).
- Perawatan berkala – Melakukan pengujian resistansi tanah secara berkala sangat penting untuk memeriksa apakah nilai resistansi masih sesuai dengan standar. Pengujian ini sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman dan menggunakan alat pengukur yang terkalibrasi.
Nilai grounding yang baik adalah fondasi penting untuk melindungi sistem kelistrikan dari berbagai risiko. Dengan memastikan nilai resistansi tanah berada di bawah 5 ohm atau sesuai dengan standar yang berlaku seperti IEC dan PUIL, Anda dapat melindungi peralatan, pengguna, dan bangunan dari bahaya listrik berlebih akibat dari sambaran petir. Jika Anda membutuhkan solusi grounding yang efektif, jangan ragu untuk menghubungi kami pada nomor Whatsapp di Website ini untuk konsultasi lebih lanjut.
ALUR PESANAN PEMASANGAN PENANGKAL PETIR
KONSULTASI
Hubungi team kami melalui chat WhatsApp terkait instalasi penangkal petir
SURVEY
(Jika diperlukan) untuk menentukan lokasi atau kendala pemasangan dilapangan
ASSESMENT
(Jika diperlukan) untuk memastikan instalasi penyalur petir sesuai dengan standar
PENAWARAN
Team kami akan memberikan penawaran sesuai kebutuhan penangkal petir anda
PEMASANGAN
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai kesepakatan yang tertuang di SPK
